May 3, 2014

Perbedaan Pecinta Alam dan Penikmat Alam

Sesuai judul di atas, agan termasuk pecinta alam ataukah penikmat alam?
Oke, sekarang coba lihat foto di bawah ini gan...


Perhatikan tanda lingkaran berwarna merah gan. Itu foto hasil jepretan ane waktu naik ke gunung Semeru tahun lalu gan. Ane ceritain sedikit gambarnya, jadi itu adalah sampah-sampah yang berserakan gan, bukan sampah baru, melainkan sampah plastik kering yang menandakan udah lama ada di situ. Padahal itu akses jalan utama di Ranu Kumbolo loh gan, kalau mau ke Kali Mati via Tanjakan Cinta pasti lewat situ. Terus dimana pecinta alam kita selama ini? Tidakkah terketuk hatinya buat bertindak?

Semula ane kira gunung itu bersih gan, pokoknya jauhlah dari yang namanya sampah atau dengan kata lain bersih dari kontaminasi sampah-sampah yang nggak alami. Tapi kenyataannya? Ironis gan...

Nah itu dia, dari beberapa gunung yang pernah ane daki, memang keniscayaan agan akan nemuin sampah, terutama sampah plastik.

Loh bukannya yang naik gunung itu pecinta alam?
Menurut ane, tidak semua penggiat gunung itu pecinta alam gan. Pendaki gunung yang menerapkan tiga prinsip ini ketika di alam bebas pasti tergolong pecinta alam. Tiga prinsip itu diantaranya:

  1. Tidak meninggalkan apapun kecuali jejak
  2. Tidak mengambil apapun kecuali foto 
  3. Tidak membunuh apapun kecuali waktu

Stop Vandalisme di Gunung!

Setiap pecinta alam pasti sudah mempersiapkan kantong plastik gede buat bawa turun kembali sampah, minimal sampahnya sendiri. Tapi ada loh gan sekelompok "penikmat alam" yang tidak mencintai alam, mereka enggan membawa turun kembali, malah diletakkan begitu saja di semak-semak. Ada lagi nih, selain meninggalkan sampah-sampah yang tidak bisa terurai, ada juga yang bikin sampah visual. Main corat-coret aja seenak perut sendiri. Ada yang ngukir nama di pohon, batu, bahkan dengan bangganya melakukan vandalisme menutup rambu penunjuk jalan dengan stiker organisasi yang mengatasnamakan pecinta alam.

Kategori sampah yang sering ane temui gan:
  1. Bungkus rokok
  2. Bungkus bumbu mi instan
  3. Kaleng sarden
  4. Sterofoam wadah mi instan gelas
  5. Botol air mineral
  6. Bungku kopi/susu sachet
  7. Bungkus permen

Rata-rata memang dalam ukuran kecil sih gan, tapi jika hal yang kecil disepelekan lam-lama jadi besar juga kan?


Jangan Ambil Apapun!

Ini nih yang sering menggoda iman penikmat alam maupun pecinta alam. Gara-gara cinta kepada kekasih jadi lupa cinta alam. Apesnya didukung pula oleh kekasih yang kurang peduli terhadap lingkungan. Mana ada kekasih pecinta linkungan yang minta dibawain bunga Edelweis. Bunga yang terkenal dengan nama bunga keabadian ini termasuk bunga langka yang harus dijaga kelestariannya. Jangan dipetik!


Jangan membunuh!

Pembunuhan yang sering dilakukan penikmat alam biasanya membunuh tanaman-tanaman gan, misalnya mau bikin tempat tidur gantung atau Hammock. Ada pohon ijo-ijo dihabisin juga daun-daunnya. Kayak gini penampakannya:


Di gunung selain banyak tanaman yang potensial jadi korban kebiadaban manusia juga banyak hewan-hewan langka. Terkadang kalau kita beruntung kita bisa menjumpai hewan-hewan yang unik gan. Bahkan jika kurang beruntung bisa bertemu binatang buas, seperti ular misalnya. Nah, kalau dalam keadaan mengancam ada pengecualian hewan boleh dibunuh untuk keselamatan bersama.


Terselamatkan Sampah

Dibalik kerugian-kerugian sampah ternyata ane dan rombongan nanjak pernah terselamatkan sampah gan! Hehehe.
Jadi ceritanya dulu ane dan temen-temen ane naik gunung Merapi via Selo - Boyolali gan. Nah kebetulan waktu itu kita nggak ada satupun yang tahu medan, karena waktu itu kita mulai pendakian malam hari dan jarang sekali ketemu pendaki lain yang sama mau naik ataupun pendaki yang turun. Dalam keadaan gelap gulita, dan penerangan kami hanya dari headlamp, kami sempat kebingungan untuk memilih jalan diantara persimpangan gan, dan pada saat itu memang jalan berbatu terjal ditambah pepohonan yang rimbun. Karena dirasa telah nanjak setengah jalan maka kami putuskan untuk lanjut. Dan kami mengambil keputusan untuk memilih jalan yang disitu terdapat satu, dua bungkus permen gan. Dan memang benar jalan itu adalah jalan yang benar. Kami berasumsi pasti sebelumnya sudah ada rombongan yang lewat jalan itu. Begitulah sampah ternyata bisa berguna juga yah. Hehehe.


Pada intinya penggiat alam khususnya pendaki gunung bisa dikatakan pecinta alam jika mereka bisa mengaplikasikan tiga  prinsip yang sudah ane sebutin di atas. Jika kita mendaki gunung hanya untuk pamer foto dan mencari pengakuan orang lain, sesungguhnya kita bukanlah pecinta alam. Pecinta alam bisa mengambil hikmah dari apa yang telah dilalui dan bisa membawa perubahan bagi diri sindiri, lingkungan maupun orang lain untuk menjadi lebih baik.





older_posts back to home